1

Hukum Mad Tamkin

Pengertian Mad Tamkin

Mad Tamkin merupakan  salah satu bagian  dari 13 hukum Mad Far’i yang terjadi ketika ada huruf hijaiyah Waw bersukun dan bertemu dengan huruf Waw Berharakat, dan ketika ada huruf hijaiyah Ya bersukun bertemu dengan huruf hijaiyah Ya Berharakat.  Kunci utama dari  hukum Mad Tamkin ini adalah sama seperti pada hukum-hukum Mad Far’i  yang lain,  yaitu terdapat pada Hukum Mad Thobi’i.

Dilihat dari segi  bahasa [etimologi], Mad Tamkin maksudnya adalah cara untuk memanjangkan bacaan [Mad] pada huruf hijiayah Waw dan huruf hijaiyah Ya ketika  bertemu dengan huruf hijaiyah yang identik, bisa dikatakan sama persis baik itu dari segi sifat dan juga dari segi mahrajnya; satu buah sukun dan satu lagi adalah berharakat. Dan kedua huruf hijaiyah yang sama persis dalam kasus ini, bentuknya tidak berada pada satu kalimat [kata] atau terpisah.

Akan tetapi, ada sebuah pernyataan lain yang memberikan definisi dari  Hukum Mad Tamkin, dan akan dijelaskan pada bagian di bawah ini :

Tamkin berarti penetapan

Penetapan disini terjadi ketika :




  • Apabila ada huruf hijaiyah yang berharakat Kasrah [ ـــــِـــ ] ketemu dengan huruf hijaiyah Ya Sukun ( يْ ), dan huruf hijaiyah sesudahnya adalah huruf hijaiyah Ya yang Berharakat [  يَ , يِ , يُ  ]
  • Dan apabila ada huruf hijaiyah yang berharakat Dhammah ( ـــــــُــــــ ) ketemu dengan huruf hijaiyah Waw sukun ( وْ ), dan sesudahnya yaitu huruf hijaiyah Waw Berharakat (  وَ, وِ, وُ  )
  • Dari arti penetapan ini,  cara membacanya adalah sama seperti pada cara membaca dari hukum Mad Thobi’i, dan panjang bacaanya yaitu 1 alif atau 2 harakat.
  • Dan di pertemuan huruf hijaiyah yang kedua dan huruf hijaiyah ketiga yang mempunyai sifat dan makhraj yang sama, maka cukup dibaca dengan 1 harakat. Dan ini tidaklah dibaca seperti hukum Idgham [peleburan 2 [dua] huruf hijaiyah yang dibaca seperti halnya huruf hijaiyah  yang berharokat tasydid).

Ada yang perlu digarisbawahi, yaitu ketika terjadi pertemuan antara dua huruf hijaiyah yang sama makhrajnya dan sifatnya  di dalam kata [kalimat] yang terpisah – satu buah sukun dan satunya  lagi huruf yang berharakat-, maka yang berlaku disini yaitu hukum Idgham Mutamatsilain dan Hukum Idgham Mitslain. Seperti halnya hukum-hukum Idgham, yang mempunyai  ciri utamanya yaitu Tanda Tasydid Hukum , yang merupakan  tasydid yang diberikan disebabkan karena  adanya hukum peleburan atau pertemuan  pada suatu kata/kalimat.

Namun,  hukum pertemuan dari  dua huruf  hijaiyah (Idgham) yang identik tersebut  dan kemudian disimbolkan dengan Tanda Tasydid itu tidaklah berlaku di hukum Mad Tamkin.

Contoh Hukum Mad Tamkin

ٱلَّذِىْ يُكَذِّبُ

alladzii yukadzibu

dalam contoh ini, huruf ya sukun dalam mad thobi’i bertemu dengan huruf ya berharokat dhommah

فِيْ يَوْمٍ

fii yaumin

dalam contoh ini, huruf ya sukun dalam mad thobi’i bertemu dengan huruf ya berharokat fathah

ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟

aamanuu wa‘amiluu

dalam contoh ini, huruf wawu sukun dalam mad thobi’i bertemu dengan huruf wawu berharokat fathah

Contoh Mad Tamkin Dalam Al Qur’an

Mad Tamkin terdapat dalam Al Qur’an diantaranya adalah :

 1. Surat AL Ma’un Ayat 1

 2. Surat AL Ma’un Ayat 2

3. Surat Al Balad Ayat 14

c

 

Contoh-contoh dari Hukum Mad Tamkin diatas kami ambil dari surat-surat pendek juz 'amma dan juga beberapa surat dalam Al Qur'an supaya kita semua dengan mudah mempelajari tentang Hukum Mad khususnya Mad Tamkin. Dalam mempelajari ilmu tajwid anda harus sering membaca dan memperhatikan satu-persatu hurufnya dengan tertib dan teliti, dibiasakan untuk membaca dengan tartil supaya anda dapat sesikit-sedikit memperbaiki bacaan anda. Bisa karena Biasa, dan Biasa yaa harus sedikit dipaksa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *